Minggu, 30 Oktober 2011

procedure text

Diposting oleh Unknown di 01.39 0 komentar

CHOCOLATE PIE



Goal:  How to make chocolate pie



Tools:
-Mixer    -Frying pan   -Spoon
-Oven     -Bowl            -Mold

Materials:
150 grams of wheat flour
50 grams butter
50 grams of sugar flour
1 kilograms of eggs
50 grams of chocolate powder


Sauce:
100 grams small strawberries
25 grams sugar
250 ml of water
1 teaspoon flour meizena, plus 2 tablespoons water
50 grams of powder whiped
100 ml cold milk

Steps:
1. Stir in flour, powdered sugar, butter, cocoa powder until smooth, plus the egg yolk and stir     well.
2. Put in the mold, then oven until cooked, lift.
3. Sauce: cook water, sugar, strawberries and water, the solution meizena flour until thickened, lift.
4. Whisk whiped cream and milk until thick.
5. Print cream in a bowl, then poured the sauce and serve

Jumat, 07 Oktober 2011

cakshill (cakkashilla)

Diposting oleh Unknown di 20.39 0 komentar

Cakka sama Shilla pacaran? Oke, kali ini kita bakalan ngebahas hal ini*lagi*.
            Cakka salam Shilla pacaran? Ya, sebenernya dalam hati yang paling dalam aku enggak terima akan hal ini. Aku selalu bilang, Cakka sama siapa aja aku setuju *tidak terkecuali denganku :P*. Tapi, apa sebenernya aku kayak gitu? Memang, aku agak ‘nggak suka’ sama Shilla. anaknya itu keliatan sombong, angkuh, dan hmm, sering berkata kasar. Tapi, aku ngelat hal itu lewat Twitter. Aslinya? Aku enggak tau. Dan, aku yakin, Cakka itu pasti ‘memilih’. Hei, dia dikelilingin banyak cewek. Dan, dia milih Shilla. pasti Shilla ada sisi baiknya. Walaupun lebih terlihat buruknya. Aku akui, Shilla anaknya cantik, banget malah. Cocok sama Cakka. tapi, ini bukan masalah fisik. Untungnya kalau Shilla baca, tolong deh, jangan nyakitin Cakka. Cakka juga, jangan nyakitin Shilla. udah cukup kita para CL yang ngerasain rasa sakit itu pas kita tau kabar ini. dan memang, kita enggak boleh terlalu terpuruk akan masalah ini. Move on!


            Om gubrack a.k.a ayahnya Cakka aja ngizinin tuh anaknya pacaran. Tapi, kenapa kita yang masih ‘belum siapa-siapanya’ aja udah main ngelarang. Oke, superstar tidak bakalan ada tanpa fans. tapi, inget, Fans nggak bakalan ada tanpa superstar. Tanpa Cakka kita enggak bakalan jadi C~LUVers! jangan gara-gara masalah ini kita berhenti jadi CL. Inget woy, kita di CL ini mendukung Cakka sepenuhnya. Satu hati satu cinta. Bukannya melarang Cakka untuk mulai masa-masa remajanya. Apa jika kalian dilarang suka sama orang lain itu bakalan bahagia? Cakka itu nyembunyiin hal ini untuk menjaga perasaan fansnya. Menjaga perasaan kita. Dia tau, kita pada akhirnya bakalan ngerasa sakit atau mungkin bakalan patah hati denger hal ini. Cakka dan Shilla backstreet untuk kita. Sama halnya dengan kita, yang khususnya anak SMP, yang nggak diizinin sama orang tua untuk pacaran. Ya, seperti itulah kira-kira.

            Dan, kita ini masih SMP. Begitu juga Cakka sama Shilla. jadi, pacaran anak SMP itu Cuma sekedar coba-coba aja. Enggak bakalan berjalan sampe nikah. Ini Cuma cinta monyet biasa. Mungkin, Cakka sayang sama Shilla atau sebaliknya, tapi, enggak mungkin kan diusia muda mereka bakalan nikah? Perjalanan mereka masih panjang. Mungkin dengan Cakka mulai pacaran, dia bakalan lebih semangat dalam hidupnya *baca : semangat dari seorang pacar berbeda dengan semangat dari fans*. 



Dan kemarin, Shilla ulang tahun. Nyeseknya lagi, memang sebenrnya kita enggak perlu cemburu atau apa, tapi jujur, aku nyesek. Cakka bilang "Happy Birthday"ke Shilla tepat jam 12.00 di tanggal 25 februari 2011. Keren kan? -__-



            Segitu aja deh, aku mohon sama kalian, jangan memojokkan Cakka. jangan terlalu terpuruk. Ini cobaan kita. Dengan kejadian ini kita bakal tau, kita fans setianya atau bukan. Buka mata buka telinga, Cakka butuh kalian untuk meraih cita-citanya. One love one heart!


#Copas BLOG

Jumat, 23 September 2011

putri kecil :)

Diposting oleh Unknown di 08.31 0 komentar

Haallo kembali lagi dengan cerita pendek dari aku!
Mau tau, mau baca??? Stay in my blog yaa J



Putri kecil

Hari ini terpaksa aku (ega) pulang sekolah lewat jalan kampung yang jarang aku lewati. Kusam, kotor, dan menjijikan bagiku. Karena alasan supirku sakit, beginilah nasibku -_-

   Bulu kudukku Merinding seketika melewati jalan sempit yang diapit bangunan besar di sampingnya.
Seketika itu Terdengar suara merintih, entahlah mungkin hanya imajinasiku belaka atau mungkin …?
Semakin dekat kearah jalan keluar, suara itu semakin dekat denganku..
“hallo, ada orangkah?” teriakku yang kemudian diikuti suara gema. Suara itu terdengar seperti…. Nah itu, itu dia orangnya.. aku melihat seorang perempuan yang bersandar pada sebuah tembok di ujung jalan sempit. gaunnya panjang berwarna putih dan kusam, rambutnya tergerai lurus dan wajahnya sangatlah pucat.  Perasaanku aneh, antara takut dan penasaran. aku bertekad untuk mendekatinya, ya aku akan berusaha. Begitu batinku.

“hai” sapaku.
Dia masih tertunduk lesu dan terus menangis.
Aku duduk disampingnya dan mencoba menenangkannya. “kamu kenapa? Don’t cry J” ucapku.
Dia membalas responku kali ini dengan mengangkat kepalanya dan menatapku lalu tersenyum.
“ada apa denganmu? Kenapa disini?” tanyaku penasaran.
“aku,aku ingin bertemu ibuku. Aku sangat merindukannya… sungguh.” Ucapnya sambil mengusap air matanya yang masih terus mengaliri pipi mungilnya.
“dimana ibumu??” tanyaku.
“di kampung daerah sini. Ini tempat terakhirku… aku tak mungkin kesana karena aku sudah lama pergi darinya, dan ibuku pasti akan heran dan tidak percaya, aku tak bisa -.-“ balasnya lalu memandangku.
Apa maksud dia? -_-
“why?? Ayo aku antar, pasti ibumu menghawatirkanmu.. kalau boleh tahu umurmu berapa?” balasku membalas tatapan matanya.
“aku tidak bisa, maaf! Umurku 13 thn. Hmm boleh kutanya namamu?” jawab perempuan itu.
“aku rega panggil aja ega.. wah umurku 14 thn. Aku dan kamu hanya beda satu tahun.. putri kecil J” balasku
“ohh ega terima kasih atas semuanya, aku tak bisa lama2 karena waktu sudah larut malam, kamu sangat baik. aku pamit” ucap putri kecil lalu berlari menjauhiku dan tak lama kemudian tidak terlihat lagi dari pandanganku.

Aku lupa. Aku bodoh. Kenapa aku tidak menanyakan namanya. Siapa dia? Dia mau pulang kemana? Bukankah rumah ibunya di daerah sini?. Kenapa tadi aku diam dan tidak mencegah dia untuk tidak pergi dahulu. Bodoh! Benar benar bodoh. Aku tak tahu apakah nanti akan berjumpa lagi dengannya. Aku ingin membantu untuk menemui ibunya…. huh

Sepanjang perjalanan pulang aku memikirkannya.. sampai tidak menyangka bahwa aku sudah sampai depan rumah.
Hari sudah larut malam, matahari pun sudah terbenam. Aku yakin pasti mama marah dan menasihatiku dengan panjang lebar.

“eh dari mana saja kamu ga? Sudah malam gini baru pulang.” Ucap mama yang sudah menjagaku di pintu masuk dari tadi.
“mamaaa…. Tadi tuh ada pelajaran tambahan, jadi pulang sore, dan tadi pak juju gak bisa jemput juga kan ma. Yaudah terpaksa jalan lewat kampung! Gak biasanya loh aku mau jalan, bukannya mama sendiri yang nyuruh aku biar mandiri?” haha aku membuat alasan yang mungkin mama akan percaya dengan perkataanku tadi.
“serius kamu tadi ada pelajaran tambahan? Yaudah sana ganti baju. Lain kali bilang dulu!” ucap mama.
Yess berhasil.
“iya ma… okedeh” balasku lalu berlari ke kamar karena rasanya tulang2 badanku remuk. Capek.

=>

Mengingat putri kecil tadi… aku jadi senyum senyum sendiri! Dia cantik, lembut dan manis. Masa sih aku menyukainya?. Dia sangat beda dari perempuan yang sudah pernah aku temui. berry, sherra, casey dan yang lainnya… memang mereka itu keren, gak kampungan dan tau sendiri lah anak2 gaul kayak gitu.
Tapi putri kecil sangat baik… aku mengaguminyaa J

=>

“cieee egaa bawaannya sumringah banget. Gue tahu nih. Kalo kayak gini pasti dapet pacar baru, atau, atauu….” Ucap nezel waktu aku tiba di sekolah.
“ mulai dehhh…. Wahahah engga engga. Mana pacar barunya? Ngarang banget lo zel” balasku lalu join dan duduk diantara teman2ku.
“siapa lagi nih? Ketsha? Atau reva? Atauuu…”
Pletak… aku memukul kepala dewa dengan buku yang ada di meja. Entah punya siapa.
“yaelah bercanda doang ga.. maafkan gue ga, salah gue apa sihh? Kan Cuma ngomong blak2an.. -_-“ ucap dewa.
“wekwekwek dasar dewa… udah deh yok masuk” balasku lalu berdiri dan meninggalkan mereka.

=>

Pulang sekolah. Hem rasanya aku ingin pulang sendiri lagi, tau kan alasannya kenapa. Itu lah, aku ingin bertemu putri kecil. Hey! Bukan karena aku menyukainya, tapi satu hal, aku masih ingin membantunya. J

Aku baru saja menelfon pak jueng agar tidak menjemputku hari ini. Mama juga pasti bingung akan sikapku yang aneh seperti ini. Tapi yasudahlah mama juga pasti bangga karena menurut dia aku sudah lebih mandiri :D

=>

Terlihat olehku seorang perempuan kecil dengan gaun putih kusam yang sedang bersender pada sebuah tembok. Tak salah lagi, pasti putri kecil. Ya benar. Dia sedang merenung . tak tahu apa yang sedang dipikirkannya.

“ega” ucap putri kecil. Dia sudah menyadari keberadaanku walau badan dan kepalanya tidak menghadapku.
“iya. Ini aku. Kamu kenapa? Kamu setiap hari disini putri kecil?” balasku lalu duduk disampingnya.
dia mengangguk lemah. Dan pandangannya masih lurus kedepan.
Banyak pertanyaan dalam otakku yg ingin aku katakan padanya. Tapi aku bingung, aku takut menyinggung perasaannya, aku takut, bahkan sekarang aku gemetaran dan keringatku bercucuran.
“ka kamu ittu pegang apa?” ucapku berusaha untuk tidak menanyakan hal yang sudah aku rencanakan dari kemarin, karena aku takut. Dan kali ini aku melihat selembar surat lecek yang dilipat dan ada bunga mawar merah layu diselipkan di dalamnya.
“ini, hem ini surat untuk mamaku. Sebenarnya aku ingin menitipkan ini padamu. Tapi aku takut kamu keberatan.” Balasnya lalu menatapku.

Aku kaget ketika ia mentapku. Bukan apa2, tapi karena satu hal, kenapa mukanya lebam? Banyak memar. Aku semakin prihatin padanya. Aku tambah penasaran. keringatku bertambah banyak dan kini aku hampir ‘gak’ kuat akan semua kenyataan ini. Dan kali ini aku merasakan AKU TAKUT SAMA PUTRI KECIL. Aneh. Aku ingin menjauhinya tapi aku tidak tega. Dan dia juga ingin menitipkan surat padaku. Apa boleh buat. Tapi rasa takutku kali ini benar  benar tidak wajar. L

“hai kamu kenapa ?” Tanya putri kecil menggoyangkan tanganku pelan.
“hmm m ga papa. Hehe” balasku sambil mengusap keringat.
“ini. Aku titip yaa. Kamu ga keberatan kan? Ini alamatnya, kamu ga akan kesasar karena aku yakin tidak jauh dari sini. Dan aku harap secepatnya ya mengantar surat ini. Jangan sampai tanggal 13.” Balasnya lalu menyerahkan surat itu padaku.
“iya. Aku usahakan. Oh ya, namamu siapa kalau boleh tahu” ucapku lalu memasukkan selembar surat itu ke dalam ransel.
“aku ayas. Aku tidak bisa lama2. Terima kasih ega” ucapnya lalu tersenyum ke arahku.
“tungguuuu” teriakku.
“kenapa?” tanyanya.
“aku akan mengantarmu kali ini. Harap jangan bantah. Aku ingin mengetahui rumahmu agar aku bisa mengunjungimu.” Ucapku lalu berlari kecil untuk menghampirinya.
“yasudah” balasnya.
Kemudian aku mengekor di belakang dia.

=>

Sudah sore sekali. Bahkan hampir maghrib. Sungguh aku takut diomelin mama. Tapitapitapi rumah ayas sangat jauh. Tanggung kalo balik, karena katanya dikit lagi sampai. Yasudah aku mengikutinya.

“jauh sekali rumahmu.” Ucapku
“siapa yang suruh kamu ikut. Ini, didalam sinilah rumahku. Sudah jangan ikut masuk, karena sudah malam. Pulanglah. Terima kasih telah mengantarku . aku pulang dulu.” Ucapnya lalu menghilang dari pandanganku.

Aku masih tidak percaya. Rumahnya? Hutan? Hah? Tapi positive thinking aja. Karena aku yakin didalam hutan itu ada rumah yang mungkin aku tidak tahu.
Lalu aku bergegas pulang dengan lari kencang meninggalkan hutan itu karena aku takut dihukum mama.

=>

Lagi lagi aku pulang kena omel mama. Kali ini mama tidak percaya dengan omonganku, karena mama sudah mendapat bukti dengan menelfon teman2ku. nasib.

Tok tok tok.
Aku Kaget ketika sedang mengeluarkan surat yang tadi ayas titip tiba2 ada suara ketukan pintu.
“masuk” teriakku.
“heey..” balas kak galdi setelah duduk disampingku.
“hee.. ada kakak” balasku.
“baru pulang ya? Ehh itu itu apa?” Tanya kak galdi sambil menunjuk surat lecek itu yang aku taruh di meja belajar.
“itu. Ohh itu surat” jawabku lalu kembali konsentrasi pada laptop untuk mengerjakan tugas sekolah yg terlantar.
“surat? Kok lecek? Dari siapa?” Tanya kak galdi lalu mengambil surat itu.
“eeh jangan dibuka.” Aku langsung merebut surat itu dari tangan kak galdi dan memasukkannya kedalam tas.
“dari siapa? Pacar yah?” Tanya kak galdi.
“ihh bukan. Dari ayas. Kakak kenal?” tanyaku.
“ayas? Ayas? Ayas mana? Yang rumahnya di didekat jalan sempit itu bukan?” tebak kak galdi.
“iyaaa.. kok kakak bisa tahu” balasku lalu menatap wajah kak galdi.
“oh hm mm ga,ituu waktu kecil mm suka lewat depan rumah” jawabnya.
Lalu kak galdi pergi meninggalkanku tanpa pamit.
Kak galdi kenapa? Aku nanya serius, malah kayak orang aneh gitu jawabnya.-_-


=>

Pulang sekolah kali ini aku berniat untuk pulang sendiri lagi, Karena aku ingin meminta maaf ke ayas belum bisa mengantarkan surat yang dititipkannnya.

“yas” panggilku seketika sampai di jalan biasa tempat merenungnya ayas.
Ayas lalu menengok ke arahku. Aduuh. Apa yang aku rasakan sekarang? Bulu kudukku serasa berdiri. Melihat muka ayas yang terlalu pucat, aku jadi tambah takut, ingin sekali aku kabur dari sini. Tapi satu hal yang belum aku selesaikan, aku belum mengantarkan surat titipannya.-_-
“mmmm, aku, aku belum bisa memberi surat ini pada ibumu yas. Maaf yah” ucapku sambil mengeluarkan surat pemberiannya.
“oh tidak apa2. Tapi aku harap kamu segera mengantarkannya. Mm ga, kamu sangat baik. sungguh aku sangat senang mempunyai teman sepertimu. Terima kasih ga… aku harus pergi. Semoga kita berjumpa lagi” ucap ayas lalu berlari meninggalkanku.
“hey…. Aku, akuuuuuu” TELAT. Dia sudah pergi jauh dariku.
Huuuuh!! Dia kenapa sih? Ada yang salah denganku? Kenapa???

=>

Dengan langkah terburu2 aku segera pergi menuju alamat yg sudah dicantumkan oleh ayas di depan surat.
Naah… itu dia rumah menurut petunjuk ini. Semoga benar!
“permisi” ucapku.
Tak ada jawaban.
“ada orangkah?” teriakku.
“iyaa tunggu sebentar” balas seorang ibu.
Huh syukurlah.
“mmm… ada apa ya?” Tanya ibu itu.
“ibu, benarkah ibu orangtuanya ayas?” tanyaku.
“ayas? Laras? Iya saya orang tuanya. Ada apa ya?” balasnya
“mm saya ingin mengantarkan surat ini pada ibu” balasku lalu mengambil surat yang tersimpan di dalam tasku.
“apaaa? Surat?” ucap ibu itu dengan suara meninggi.
“iya bu, ini” balasku lalu menyodorkan surat itu padanya.
Dengan tergesa2 ibu itu membacanya, tak lama air matanya mengalir, semakin deras, dan semakin deras.
Aku masih dengan tampang bodoh keluar mengikuti ibu yang berlari ke suatu tempat yang aku tak tahu arahnya.
Tunggu…………………………………
Tempat ini, tempat ini hutan. Hutan? Hutan? Rumahnya ayas? Yaa, mungkin ibu ingin menemuinya..

Setelah lama aku mengikuti ibu masuk ke dalam hutan. Ibu itu menjatuhkan surat yang dari tadi digenggamnya.
“ayasssssssssssssssssssss” teriaknya.
Aku mengintip dan melangkah ke depan. Penasaran Apa yang sedang ditangisi sang ibu.
Seketika itu…
Aku pilu melihat kenyataan yang sebenarnya, tak bisa berkata apa2, mungkin sekarang aku jadi patung dengan tampang bodoh yang memang bodoh!
Aku tidak kuat, saat ini aku bungkam. Sedangkan ibu masih terus menangis dan menangis..
Aku melangkah mundur, pelan, pelan, lalu aku berlari sambil mengusap air mataku dipipi.
Semakin aku melupakan semuanya semakin aku menangis. L

=>

Aku langsung masuk menabrak pintu. Melewati kakakku yang sedang bingung menatapku, lalu masuk kamarku.
aku duduk di sofa. Entah apa yang kurasakan sekarang. Semuanya jadi aneh.

“kakak tahu semuanya ga” ucap kak galdi sambil duduk di kasurku.
Aku tak melihat kak galdi ada dikamarku. Yang aku tahu, barusan dia di bawah menonton tv.
“tau apa sih kakak?” balasku sewot kali ini.
“ga usah sewot. Ya kakak tahu ayas itu siapa” balas kak galdi.
“trus?” aku berdiri di depannya dan menatap tajam ke arahnya.
“jangan bikin aku sakit lagi kak” sambungku kemudian berlalu dari hadapannya.
“siapa yang mau bikin lo sakit?” kak galdi mencegah aku keluar kamar dengan mencengkram pergelangan tanganku erat.
“lepas kak lepas. Udahlah buat apa sih ngomong sama aku? Toh akunya gak bakal dengerin omongan kakak” balasku kembali menatap kak galdi.
“eh boy. Cengeng banget sih! Ga malu sama jenis kelamin lo? Hah?. Kakak cuuu…”
“mau apa lagi ka??? Aku tau kok kak.  ayas itu udah meninggal 2minggu yang lalu. dia dikubur di hutan sebelah. Arwahnya masih gentayangan karena dia belum bertemu ibunya. Dia diperkosa di jalan sempit yang sering aku lewati. Aku sering lihat dia pucat ya karena dia MAYAT. Aku sering liat muka dia lebam karena dia DIPUKULIN sebelum di perkosa. Kenapa aku disuruh kasih surat ke ibunya dia sebelum tgl 13? Karena hutan itu akan digusur.
Dia MAYAT kak MAYAT. Apa udah cukup kak?? Kenapa kakak gak kasih tahu aku sebelumnya? Kakak suka aku kayak gini? Aku suka dia kak…… tapi bukan itu yang bikin aku sedih. Aku ga percaya akan semua ini. Padahal aku berharap ini ada ujungnya, ya memang ada ujungnya, ujungnya ketahuan dia itu udah meninggal. Tapi bukan itu yang aku mau!!!!” ucapku memotong pembicaraan kak galdi dengan air mataku yang mengalir tak terhenti.  Lalu aku menjatuhkan diriku ke kasur.

“gue ga mau kayak gini ga. Gue kakak lo. Gue Cuma pengen lo yang tau sendiri. Percuma juga kalo waktu itu gue kasih tau lo duluan. Lo juga gak bakal ngerti dan gak bakal percaya sama omongan gue.” Ucap kak galdi masih berdiri di depan kasurku.

“kapan sih kakak ngehargain adiknya sendiri? Ga usah pake gue elo kak…. Ga enak banget tau ga si. Emang aku siapa kakak pake gue elo?
Iyah, pasti aku ga akan percaya. Tapi kalo kakak kasih tau duluan, aku gak bakal sesedih ini kak…. Paling aku Cuma: OH bener ternyata omongan kak galdi! Ga sedih sampe termewek mewek kayak gini! Udah keluar deh kak. Aku gak mau diganggu.” Balasku lalu menutup muka dengan bantal.

“ga. Maafin aku ya” balas kak galdi lalu keluar dari kamarku.

=>

Setelah lama tertidur.
Aku melihat surat yang sama persis aku kasih ke ibunya ayas.
Aku segera mengambil surat itu.

Ga….
Makasih banyak ya J
Sekarang aku udah tenang. Aku emang udah gak ada. Tapi aku akan ada kalo kamu butuh aku J
Aku seneng banget punya temen kayak kamu.
Aku sayang kamu ga…
Makasih atas selama ini.

Aku akan tetap menjadi putri kecilmu
-ayas


THE END


nb: maaf masih jelek J yadduu masih ada loh cerpen dari aku In here, just in my blog.
      tapi ga banyak -_- dan masih berantakan.
      Want to read? Check: my label “cerpen”.
      Thankyou :*

Sabtu, 06 Agustus 2011

PMR 245

Diposting oleh Unknown di 20.05 0 komentar

PMR  245 J

   Berawal dari sebuah keterpurukan yang kami hadapi….  Dulu, pmr 245 bisa dibilang ekskul paling jelek dimata anak-anak 245. Tak pernah membanggakan… sekalipun  ikut lomba hanya memalukan…
“mana nih pmr… belom membawa apa2” begitu ucap seorang guru…
Kami sedih, kecewa, bahkan ingin keluar dan mengikuti ekskul lain selain pmr.
 
    Masih teringat, waktu pertama kali aku mengikuti lomba di sma 48 jakarta.. perjanjiannya kalau tidak membawa piala, sepatu harus digantung dileher. Kami pun setuju…
Akhirnya waktunya pengumuman… 245 tak membawa piala satupun. Aku sempat malu, membawa segini banyaknya rombongan sama sekali tak membawa piala. tapi melihat anak2 yang terus semangat, aku pun ikut tersenyum walau hasil lomba hari ini sangat mengecewakan..
Tapi perjanjiannya Cuma OMDO. Omong doang.. waktu pulang semuanya gak mau lepas sepatu dan pelatih bilang “gak usah, gak jadi, pake aja”. Padahal kita udah sepakat.. tapi gak jadi..

    “itu semua buat pengalaman kalian, jangan menyerah, kita pasti bisa…” begitu ucapan semua kakak kelas ataupun pelatih.
Ya, kami tak kecewa, bahkan kami bangga, kami mampu melewati satu rintangan yang sebelumnya tak pernah kami lewati yaitu LOMBA.

   Mengingat beberapa bulan lagi akan diadakan JUMBARA tingkat provinsi DKI Jakarta yang ke VII. Pmr 245 ingin ikut serta, pelatih mencoba mendaftarkan kami untuk ikut serta dalam jumbara tahun ini. Kapan lagi kalau bukan sekarang. JUMBARA hanya diadakan tiap 4 atau 5 tahun sekali. Sayang kalau tidak ikut serta.
  
   Seleksi terus dimulai, awalnya aku masuk tim tandu dgn beberapa kakak kelas dan temanku. Tetapi nasibku memang bukan disitu. Aku tidak masuk, karena gagal selangkah waktu seleksi. Hampir ingin menangis, tapi aku disini bukan untuk cengeng melainkan melatih mentalku agar kuat…
Akhirnya aku memilih HR(haling rintang) bersama kak mutyara dan kak bella. Di HR latihannya kebanyakan menggunakan fisik dan main kotor..  ada merayap lah, gotong gotong oranglah, pemeriksaan fisik lah, sampai lari membawa tandu yang berisi korban..
Capek memang, tiap sabtu & minggu latihan, berangkat pagi pulang malam… demi membawa nama baik JAKARTA SELATAN dan terutama sekolahku sendiri.

   JUMBARA dimulai…. Tegang, takut, sedih, senang, gembira. Semua campur aduk jadi satu.
Mulai dari bikin parit gara2 hujan biar tenda gak bocor, jatuh di got karena gak keliatan tertutup oleh air yg menggenang, hujan hujanan sambil mengunjungi kampung kontingen lain, mandi antrinya sejibun, sampai suara abis banget gara2 tiap malem neriakin yelyel Jakarta Selatan. Seneng banget!! Gak akan terlupakan sampai kapanpun… J

   Pengumuman, tandu hampir direbut semua oleh Jakarta selatan sampe anak2 pada bilang “bosenn, bosenn”.
HR alhamdulillah juara 1, 3 dan harapan 1 untuk madya. Untuk wira dan mula (lupa hhe).
Design membawa 25 piala, hampir setengah dari piala yang ada, dibawa oleh jkt selatan.
Tapi Jakarta selatan tidak menjadi juara umum. Piala juara umum kembali lagi ke JAKARTA TIMUR.
JAKARTA SELATAN menjadi juara favorit ke 2 (kalo gak salah, lupa).  walaupun begitu kami cukup bangga karena Jakarta selatan membawa  lebih dari 50 piala. J


   JUMBARA telah usai…. Kini tinggal masing-masing sekolah menjalankan kegiatannya sendiri-sendiri.
Setelah jumbara, 245 mengikuti beberapa lomba yang diadakan dimasing-masing sekolah…..
Syukur Alhamdulillah kini PMR 245 bangkit dari keterpurukan. Alhasil, sekarang setiap lomba kami selalu membawa piala walaupun hanya 1.
Dan yang paling membanggakan adalah, waktu lomba di AVICENNA CINERE sejabodetabek.
Dari lomba disana, kami menjadi juara umum, dan unit PMR terfavorit.  Begitupun di SMK 20 jakarta, 245 juga menjadi juara umum J

   Kini kita BANGKIT, kita MAJU, jangan mau tertinggal….. semuanya pasti bisa, tidak ada yang mustahil. Itu semua berkat kalian kawan kawan J
JANGAN LENGAH, JANGAN SOK, JANGAN BANGGA.
Kita harus rendah diri, masih banyak yang LEBIH dari kita. Kita masih kecil, jangan bersenang hati dulu..
Teruskan perjuangan kami adik2ku J jangan berhenti disini, kita PASTI BISA J

Dan buat NYIHUY…. Selalu solid ya kawan kawan J
NYIHUY the best deh… love you :*
NYIHUY ~~ AKDA AFRILIA, PINGKY DEANIRA, WIDYA AYU RIZKY, SAFIRA AMALIA, NABILA AYU, ANNISA RIZKY AMALIA, AGUS TRIYANTO.

Sabtu, 11 Juni 2011

ujiann.....

Diposting oleh Unknown di 05.57 0 komentar
ujian udah didepan mata......
woyy fir, lo masih nyantai kayak gitu aja... -.-

ga tau yee kenapa, ujian tahun ini bikin ga mood banget.
belajar males banget. padahal nilai belom tentu bagus -.-
ngiri sama ade gue yang ga belajar tapi nilainya bagus banget.... emang gue???

aaaa mana sekarang saingannyya susah banget. woyyyy mempertahankan rank 1 lebih susah daripada merebut rank 1....
please ya allah.... aku pengen banget ngebanggain orang tua..... cuma itu yang aku pengen ya allah.....
:) :) :) :)

Sabtu, 14 Mei 2011

fall for you #secondhand serenade

Diposting oleh Unknown di 20.06 0 komentar
The best thing about tonight's that we're not fighting
Could it be that we have been this way before
I know you don't think that I am trying
I know you're wearing thin down to the core

But hold your breathe
Because tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
You're impossible to find

This is not what I intended
I always swore to you I'd never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed but I have loved you from the start

Oh, But hold your breathe
Because tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
It's impossible
So breathe in so deep
Breathe me in
I'm yours to keep
And hold on to your words
Cause talk is cheap
And remember me tonight
When you're asleep

Because tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find

Tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
You're impossible to find

Sabtu, 07 Mei 2011

ciri anak gaul yang salah jalan => ALAY

Diposting oleh Unknown di 08.02 0 komentar

 alay???
kalo lebay sih masih mending... nah ini.... uwekss
baca deh!! kalo ada yang merasa tersinggung sorry aja yaa... toh ini emang kenyataannya sob :D


1.Suka kurang kerjaan, hurufnya besar kecil – besar kecil, ( gak cape apa ngetiknya
contoh —> iYa nIe, aBiS lAgI sIbUq siCh.
2.Suka gak bisa bedain huruf :
contoh —> juga = juja, iya = eap, sms = cmz / xmx.
3. Suka foto tetapi gayanya norak
contoh —> tangan di bentuk angka satu, trus di letakin di depan bibir, mulut di gembungin ( supaya apa coba ? ).
4. Suka pake nick aneh, merasa paling oke ( ckckck parah ! ) :
contoh —> cii muna imUtz, cii LeMouDh, raTu Manieeez, sii CuExz, coMel CayNk CaBat
5. Suka coment / nge-wall selalu ada kata2 :
contoh —> rePP iah, plis repp, siapa ja bleh
6. Suka ngetik pake angka ( Hello… dikira plat nomor ?
contoh —> 9w 9ag 8i5a 5kr9 !
 

The Rainbow Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos